diriku adalah jiwa yg dicumbu jenuh
kegelisan erat memagut anganku
ku berteriak lantang dalam diamku
menghibur diri dengan syair usang
aksara yg kusulam dalam rentanya malam
memutar waktu kembali disaat lalu
saat kutemukan dirimu terduduk layu
di dunia semu terselimut debu debu yang bersimpuh
ku haturkan jemari lemahku
tuk merengkuhmu dari duniamu
kuselimutkan suci cintaku
untuk hangatkan hatimu yg menggigil beku
kepekatan dalam harimu
ku tepis dengan kemilau tulus rinduku
luka yg menganga merajam kisahmu
ku obati dengan setangkai bunga kasih yg tak pernah layu
namun smua kini hanyalah hayal yg membiru
saat kau kepakkan sayap kokohmu
terbang menjauh tinggalkanku
tanpa seuntai senyum yg selalu kurindu
mata nanar melepas pergimu
berat airmata menggelayut di ujung senja itu
terkatup rapat tanpa mampu berucap
hanya terdiam mengharap tuk bahagiamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar