Kamis, 27 Oktober 2011

Jelitaku

wahai rembulan
turunlah sejenak dari singgasanamu di sudut malam
kuingin bisikkan sebuah kisah indah yg tak pernah terukir
tentang rasa yg ada namun terkurung dalam jiwa

wahai rembulan
biarkan aku guratkan sebait kata dengan kilaumu
kata yg tersusun dari hati yg terbelenggu rindu
untuk sang jelita yg tersenyum dalam layu

wahai rembulan
dtnglah kpdaku & akan kutitipkan setangkup rindu
untuk jelita hatiku yg selalu ada di anganku
dendangkan untuknya kidung rindu dariku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar